//
Melbourne


Melbourne

Melbourne merupakan labirin jalan-jalan kecil tersembunyi, bar-bar yang mewah, beragam restoran eksklusif dan butik-butik terpencil. Di sini Anda bisa menghayati budaya yang ada, menjejakkan kaki di lapangan olahraga, mencicipi anggur dan hidangan yang dinamis, bergoyang hingga pagi menjelang atau menjelajahi taman dan bulevar yang rindang. Kunjungi Federation Square, ruang budaya ciri khas kota ini, dan nikmati bir saat senja menjelang di promenade St Kilda. Belanja sepuasnya di Brunswick Street yang bergaya atau Chapel Street yang berkelas. Jelajahi kafe, bistro dan bar di Southbank dan nikmati wisata kuliner dunia di Carlton, Richmond dan Fitzroy. Ikuti Aboriginal Heritage Walk menyusuri Royal Botanic Garden dan bergabung dengan keramaian di Melbourne Cricket Ground.

Enam pengalaman di Melbourne yang harus dinikmati

1. Belanja sepuasnya

Tawar-menawar di pasar Rose Street Artist’s Market dan telusuri butik-butik bergaya di Brunswick Street. Membeli busana bermerek dari para perancang ternama seperti Akira Isogawa dan Zimmerman di Chapel Street di Prahran atau di Melbourne General Post Office yang bersejarah, yang meliputi satu blok kota yang utuh. Untuk segala hal mulai dari fesyen hingga perabot dengan harga yang fantastis, kunjungi Bridge Road di Richmond. Melbourne adalah surga bagi penggemar belanja, tempat bernaungnya butik-butik ekletik, fesyen papan atas, toko-toko peralatan rumah tangga yang unik, serta piazza bergaya Eropa di arkadia kota dan di jalan-jalan kecil tersembunyi.

2. Singgah di bar dan bergoyang hingga fajar tiba

Nikmati koktail dalam sebuah peti kemas laut yang sudah disulap sedemikian rupa di Chinatown, menikmati bir di salah satu pub di St Kilda saat senja menjelang atau mendengarkan kabaret dalam suasana retro mewah di bar-bar bernuansa jazz di tengah kota. Menikmati tapas yang luar biasa dan anggur eksotis dalam sebuah bar di Little Collins Street dan berbaur dalam ruang bernuansa merah muda dengan rumput tiruan di Bourke Street. Anda bisa berpesta mulai senja di berbagai bar di Brunswick Street. Atau bergoyang hingga fajar menjelang di bar-bar di sepanjang jalan bercahayakan lentera, terpisahkan dari lampu warna-warni di bawah pintu kuningan yang besar.

3. Nikmati kelezatan kulinernya

Hirup aroma kopi yang mantap di jalanan ala gotik Eropa di Melbourne. Kota ini terkenal akan kopinya serta budaya kafe masa lalu, dan masih banyak lagi yang perlu dijelajahi. Begitu Anda selesai menikmati kopi ‘short black’ atau minuman penggugah selera di siang hari, cobalah menyeruput teh di hotel abad kesembilan belas, atau bersantap di restoran ternama seperti Nobu, Botanical dan Becco. Membeli buah-buahan, sayuran dan hasil laut yang masih segar di Queen Victoria Market pada hari Sabtu, yang terkenal akan keramaiannya serta para seniman jalanan. Cobalah restoran, kafe, bistro dan bar di Southbank, atau tepat di seberang Sungai Yarra, Federation Square. Tentukan pilihan Anda dalam jagad kuliner multibudaya di Melbourne: Carlton untuk hidangan klasik khas Italia, Richmond untuk masakan Vietnam yang terjangkau dan Fitzroy untuk sajian tapas khas Spanyol.

4. Rasakan keragaman budayanya

Saksikan penampilan Australian Balet, yang berpusat di kota budaya Australia ini. Atau nikmati pertunjukan musikal yang memukau di Princess Theatre. Telusuri koleksi terbaik seni internasional Belahan Dunia Selatan di National Gallery of Victoria. Atau kunjungi Pusat Gambar Bergerak Australia di Federation Square, ‘ruang’ budaya tengaran bagi warga Melbourne. Tantang diri Anda sendiri dengan koleksi kreatif di Pusat Seni Kontemporer Australia di Southbank. Untuk mengetahui lebih banyak tentang warisan budaya suku Aborigin di Melbourne, saksikan seni kontemporer dan Dreamtime atau ikuti Aboriginal Heritage Walk melintasi Royal Botanic Gardens.

5. Nikmati olahraga sepuasnya

Bergabunglah dalam keramaian yang menyaksikan pertandingan Australian Rules Football di Melbourne Cricket Ground selama musim dingin. Puaskan kecintaan Anda akan kriket selama musim panas, saat kota ini menyelenggarakan The Ashes dan One Day International. Atau bergabung dengan ramainya penonton yang menyaksikan pertandingan Tenis Terbuka Australia di tepi sungai Yarra. Jika Anda adalah penggemar balap mobil, datanglah ke Melbourne pada bulan Maret untuk menyaksikan balap Grand Prix Formula 1 di Albert Park. Dan bila Anda penggemar balap kuda atau sekedar ingin bertaruh, Anda pasti tak ingin ketinggalan balap kuda terbesar di dunia pada hari Selasa pertama di bulan November, yakni Melbourne Cup.

6. Transportasi
Melbourne memiliki ketergantungan sangat tinggi pada mobil untuk transportasi terutama di daerah pinggiran kota luar di mana jumlah terbesar mobil yang dibeli dengan total 3,6 juta kendaraan pribadi menggunakan 22.320 km (13.870 mil) dari jalan, dan salah satu panjang tertinggi jalan per kapita di abad ke-20 world.The awal melihat peningkatan popularitas mobil, sehingga dalam skala besar ekspansi pinggiran kota dan saat ini memiliki jaringan luas jalan raya dan jalan arteri yang digunakan oleh kendaraan pribadi termasuk angkutan serta transportasi umum sistem termasuk bus dan taksi. Jalan raya utama ke kota makan termasuk Freeway Timur, Monash Freeway dan West Gate Freeway (yang meliputi Jembatan Westgate besar), sementara jalan raya lainnya mengelilingi kota atau mengarah ke kota-kota besar lainnya, termasuk CityLink (yang meliputi Jembatan Bolte besar), Eastlink, Ring Road Barat, Calder Freeway, Freeway Tullamarine (link bandara utama) dan jalan tol yang menghubungkan Hume Melbourne dan Sydney.
Southern Cross Station, utama Melbourne antar-kota kereta dan bus interchange
Sebuah kelas C2 Melbourne trem di livery TSL Transdev di La Trobe Street,

Melbourne memiliki sistem transportasi yang terintegrasi berbasis masyarakat sekitar yang luas, trem bus kereta api, dan sistem taksi. Pada tahun 1940 25% dari wisatawan yang digunakan angkutan umum, tetapi pada tahun 2003 itu menurun hanya 7,6%. Sistem transportasi publik diprivatisasi pada tahun 1999, melambangkan puncak penurunan. Meskipun pemerintah privatisasi dan berturut-turut bertahan dengan auto-sentris pembangunan perkotaan ke abad 21, ada sejak kenaikan besar dalam patronase angkutan umum dengan pangsa modus untuk penumpang meningkat menjadi 14,8% dan 8,4% dari seluruh perjalanan. Target saham transportasi 20% modus publik untuk Melbourne pada tahun 2020 ditetapkan oleh pemerintah negara bagian pada tahun 2006. Sejak tahun 2006 patronase transportasi publik telah tumbuh lebih dari 20%.

– RAIL

Melbourne rel jaringan memiliki asal-usul dalam garis pribadi dibangun dari era emas tahun 1850-an dan hari ini terburu-buru jaringan pinggiran kota terdiri dari 200 stasiun pinggiran kota di 16 baris yang memancar dari Loop Kota, bagian metro bawah tanah sebagian dari jaringan di bawah Central Business District (Hoddle Grid). Stasiun Flinders Street adalah stasiun kereta api tersibuk Melbourne, dan stasiun penumpang tersibuk di dunia pada tahun 1926. Ini tetap menjadi tengara Melbourne terkemuka dan tempat pertemuan. Kota ini memiliki koneksi kereta api dengan kota-kota Victoria daerah, serta layanan kereta api antarnegara langsung ke Sydney dan Adelaide dan seterusnya yang berangkat dari terminal kereta api utama lainnya Melbourne, Southern Cross Station di Spencer Street. Pada tahun 2008-2009 keuangan, jaringan kereta api Melbourne tercatat 213.900.000 perjalanan penumpang, tertinggi dalam sejarah. Banyak jalur rel, bersama dengan garis-garis yang berdedikasi dan meter rel juga digunakan untuk pengiriman.

– TRAMS

Melbourne memiliki jaringan trem terbesar di dunia yang memiliki asal-usul dalam tanah boom tahun 1880-an kota. Pada tahun 2010-2011 182.700.000 perjalanan penumpang dibuat dengan trem. Melbourne hanya trem Australia jaringan terdiri lebih dari satu baris dan terdiri dari 250 km (155,3 mil) dari lagu, 487 trem, 28 rute, dan 1.773 halte trem. Bagian dari jaringan trem berada di jalan, [198] sementara yang lain dipisahkan atau rute light rail. Trem Melbourne diakui sebagai aset budaya ikonik dan daya tarik wisata. Warisan trem beroperasi pada rute City Circle gratis, ditujukan bagi pengunjung ke Melbourne, dan warisan trem restoran perjalanan melalui kota pada malam hari.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: